Knowles
(Sudjana, 2005: 62) mendefinisikan andragogi sebagai seni dan ilmu dalam
membantu peserta didik (orang dewasa) untuk belajar (the science and arts of
helping adults learn). Berbeda dengan pedagogi karena istilah ini dapat
diartikan sebagai seni dan ilmu untuk mengajar anak-anak (pedagogy is the
science and arts of teaching children).
Pertama, kita lihat dari sisi siswa atau
pemelajar; dalam pedagogi, siswa sangat
tergantung pada guru. Guru mengasumsikan dirinya bahwa ia bertanggung jawab
penuh terhadap apa yang akan diajarkan dan bagaimana mengajarkannya. Gurulah
yang mengevaluasi hasil belajar. Sementara dalam andragogi, siswa adalah
mandiri (dialah yang mengarahkan dirinya untuk belajar apa dan bagaimana).
Jadi, dialah yang bertanggung jawab atas belajarnya sendiri bukan guru, guru
hanya sebatas fasilitator. Begitu pula dengan evaluasi, siswa penting sekali
diberikan peluang yang cukup besar untuk melakukan evaluasi diri
(self-assessment).
Kedua, kita lihat dari sisi peran pengalaman
siswa atau pemelajar;
dalam pedagogi, pengalaman guru yang lebih dominan. Siswa mengikuti aktifitas
belajar, dimana ia sendiri tidak banyak mengalami sesuatu, kecuali sebagai
peserta pasif. Sedangkan dalam andragogi, pemelajar mengalami sesuatu secara
leluasa. Pengalaman menjadi sumber utama mengidnetifikasi penguasaan dirinya
akan sesuatu. Satu sama lain saling berperan sebagai sumber belajar.
Ketiga, kita lihat dari sisi orientasi
terhadap belajar;
dalam pedagogi, dalam pedagogi pembelajaran dianggap sebagai proses perolehan
suatu pengetahuan (mata ajar) yang telah ditentukan sebelumnya. Materi ajar
telah diourutkan secara sistematis dan logis sesuai dengan topik-topik mata
ajar. Sedangkan dalam andragogi sebaliknya. Pemelajar harus memiliki keinginan
untuk menguasai suatu pengetahuan/keterampilan tertentu, atau pemecahan masalah
tertentu yang dapat membuat ia sendiri puas. Pelajaran harus relevan dengan
kebutuhan tugas nyata pemelajar itu sendiri. Mata ajar didasarkan atas situasi
pekerjaan atau kebutuhan real pemelajar, bukan berdasarkan topik-topik tertentu
yang sudah ditentukan.
Keempat, kita lihat dari sisi motivasip
belajar; dalam pedagogi, motivasi datang
secara eksternal, artinya disuruh atau dipaksa atau diwajibkan atau dituntut
untuk mengikuti suatu pendidikan tertentu. dalam andragogi, motivasi lebih
bersifat internal, datang dari diri sendiri sebagai wujud dari aktualisasi
diri, penghagraan diri dan lain-lain
1 komentar:
Titanium trimmer - Titanium Art - Titsanium Art
Titanium Art titanium trimmer as seen on tv in Titsanium Art is a titanium apple watch band unique medium-tempo composition based on the motifs of titanium chloride the Bronze titanium flashlight Age. Titanium Art is composed in fine trekz titanium headphones detail.
Posting Komentar