Pages

Selasa, 29 Oktober 2013

Testimoni UTS Online pada Mata Kuliah Psikologi Belajar





Alhamdulillah, akhirnya selesai juga pelaksanaan UTS mata kuliah Psikologi Belajar.  pelaksanaan ujian ini  memberikan pengalaman baru bagi saya. UTS online ini berlangsung selama 3 hari dimana setiap soal diberikan setelah soal sebelumnya telah  dijawab. Semua soal diberikan kepada mahasiswa melalui email. Menurut saya proses UTS mata kuliah Psikologi Belajar ini menantang bagi saya,  proses ini merupakan pengalaman pertama bagi saya karena itu saya agak cemas apakah saya bisa mengerjakannya dengan baik. Karena banyak faktor yang dapat menghambat proses UTS Online ini, seperti koneksi internet yang lambat, atau kesalahan teknis lainnya yang mungkin terjadi. Dan kecemasan saya  terjadi karena blum mendapatkan soal UTS yang ketiga apalagi deadline semakin dekat tinggal menghitung jam tetapi hal itu juga merupakan konsekuensi bagi  saya yang mana saya  kurang memanfaatkan waktu untuk lebih cepat menjawab pertanyaan pertama sehingga konsekuensinya lama menunggu balasan pertanyaan berikutnya. padahal waktu untuk menyelesaikan ketiga soal tersebut diberikan waktu 3 hari untuk menjawabnya. Sehingga hal tersebut mengajari saya agar lebih bertanggung jawab atas kesempatan yang telah diberikan.
Berlangsungnya UTS psikologi belajar ini merupakan proses belajar bagi saya, dimana Teori Belajar Awal, ( hlm. 44) yaitu pada bagian asumsi teori behaviorisme menyatakan bahawa perilaku yang dapat diamati, bukan kejadian mental dan  perilaku harus dipelajari melalui elemennya yang paling sederhana (stimuli spesifik) dan proses belajar  adalah perubahan behavioral dimana suatu respon khusus terasosiasikan dengan  kejadian dari suatu stimulus khusus dan terjadi dalam kehadiran stimulus tersebut dan  jika dikaitkan asumsi  dengan proses UTS psikologi belajar  yang mana proses UTS dimulai ketika dosen pengampu memberikan pertanyaan pertama yang merupaka stimulus bagi mahasiswa dan kemudian direspon oleh mahasiswa dengan memberikan jawaaban pada pertanyaan pertama, kemudian jawaban  pertanyaan pertama menjadi stimulus bagi dosen untuk memberikan pertanyaan yang kedua sehingga mahasiswa juga memberikan respon dengan memberikan jawaban masing-masing dan begitu seterusnya dilakukan sampai pertanyaan dan jawaban ketiga. .
Terima kasih kepada ibu Filia Dina Anggaraeni, M.Pd  yang  telah memberikan pembelajaran baru bagi saya dengan proses UTS online ini, temasuk harus bisa bertanggung jawab atas kesempatan yang telah diberikan dan memanfaatkan waktu sehingga saya bisa mengubah perilaku saya kedepannya seperti pada asumsi dasar dalam pengkondisian berpenguat (hal119) dimana disebutkan belajar adalah perubahan perilaku.

Minggu, 27 Oktober 2013

Teori Perkembangan Psikologi Kultural-Historis Vygotsky




Prinsip perkembangan psikologis
Tujuan Vygotsky adalah menciptakan psikologi secara teoritis dan metodologis sederajat dengan meneliti karakteristik manusia yang unik.
Asumsi Dasar
Ada tiga bidang yang membentuk landasan analisi Vygotsky terhadap perkembangan kapabilitas mental manusia, yaitu: 
  • Hakikat kecerdasan manusia  
  • Dua deret baris perkembangan psikologis yang berbeda, biologis dan cultural histori.
  • Desain mode eksperimental untuk menginvestigasi proses psikologis yang dinamis.
Prinsip Pembelajaran
Baik itu kultur individual maupun hubungan pendidikan dengan perkembangan berperan penting dalam perkembangan kognitif. Mereka member dasar untuk menyimpulkan asumsi dasar tentang pembelajaran.
Peran kultur

Menurut Vygostsky, kultur tidak hanya memberi latar untuk perkembangan kognitif individual. Kultur memberi symbol-symbol  cultural (perangkat psikologis) dan anak belajar berpikir dengan bentuk penalaran ini.
Vygotsky dan Luria meneliti pendapat mereka tentang perbedaan historis-kultural di awal 1930-an di wilayah Uni Soviet secara terpisah. Studi ini menyimpulkan bahwa membandingkan objek berdasarkan atribut logis dan mengeneralisasikannya ke dalam kategori logis yang sudah dikenal baik bukanlah sebuah operasi yang universal.

Hubungan antara Pendidikan dan Perkembangan
Vygotsky mendeskripsikan dua cara pembelajaran mempengaruhi perkembangan, yaitu:  pertama, berlajar yang baik akan mendahului dan memandu perkembangan, tugas kognitif yang dapat diselesaikan anak dengan guru pada hari ini, akan dapat diselesaikan sendiri esok harinya. Dengan kata lain, baik itu pembelajaran maupun imitasi berperan penting dalam perkembangan anak. Kedua, pelajaran akademik merupakan hal penting untuk perkembangan kognitif anak. Yakni, “pemikiran abstrak berkembang di semua pelajaran (yang dipelajari pemelajar)”. Pelajaran seperti membaca dan matematika memuat aktivitas yang membutuhkan kesadaran diri dan control sadar.

Komponen Pembelajaran
Komponen penting dari pembelajaran adalah :
  • Menentukam tahap pembelajaran yang tepat 
  • Mengimplementasikan hokum genetic perkembangan kognitif
  • Mengembangkan pemikiran verbal siswa 
Daftar Pustaka 
Gtedler, Margaret. E., 2011., Learning and instruction, teori dan aplikasi. Jakarta: Kencana








Senin, 21 Oktober 2013

Teori Pengembangan Kognitif Jean Piaget




Asumsi Dasar
      Asumsi dasarnya adalah hakikat konstruksivis dari kecerdasan dan faktor-faktor esensial dalam perkambangan kognitif.

Pertanyaan
Sumber
Asumsi
Apa hakikat pengetahuan?
Filsafat
Pengetahuan adalah mengetahui , dan ia adalah sebuah proses yang diciptakan melalui aktivitas pemelajar.

Pengetahuan berasal dari pengalaman mentransformasi realitas melalui interaksi dengannya.
Apa relasi antara orang yang mengetahui dan realitas

a.       Dalam penciptaan pengetahuan, individu dan objek berpadu dan tidak dapat dipisahkan.
b.      “Hubungan antara pemelajar sebelumnya yang lebih penting adalah relasi itu tidak stabil”
Apa hakikat kecerdasan?
Biologi
Kecerdasan manusia dan organism berfungsi serupa. Keduanya adalah sistem terorganisasi secara konstan berinteraksi dengan lingkungan . Mereka juga membangun struktur yang mereka butuhkan dalam rangka beradaptasi dengan lingkungan,
Apa metode investgasi yang tepat?
Psikologi
Observasi dan eksperimentasi.

Faktor-faktor Esensial dalam Perkembangan Kognitif

Ada 4 faktor yang diperlukan untuk transformasi perkembangan dari satu bentuk penalaran ke bentuk yang lain. Faktor itu adalah lingkungan fisik, kematangan, pengaruh sosial, dan proses yang disebut sebagai pemyeimbangan
Komponen perkembangan kognitif
      Teori ini adalah proses yang menjelaskan kemajuan dari satu taraf penalaran dan pemikiran ke taraf yang lebih tinggi. Dua topik utama dalam teori Piaget mengilustrasikan proses ini, yaitu :

1. Sifat Psikologis dan Pemikiran Logis.
Karakteristik esensial dari pemikiran logikal adalah konstruksi struktur psikologikal dengan karakteristik partikular. Secara spesifik, pemelajar:
Ø  mengenali perubahan (transformasi) dan ketidakberubahan (konservasi) situasi
Ø  memahami operasi kebalikan untuk setiap transformasi (keterbalikan)
Ø  mengidentifikasi solusi masalah sebagai keniscayaan logikal.
2. Proses fundamental yang terlibat dalam interaksi dengan lingkungan.
Proses fundamental dalam perkembangan pemikiran logis adalah asimilasi, akomodasi, dan ekuilibrasi. 
  • Asimilasi adalah integrasi elemen eksternal ke dalam struktur intermal pemelajar. 
  • Akomodasi adalah struktru internal pada karakteristik khusu dari situasi tertentu.
  • Ekuilibrasi yaitu proses yang dilakukan dalam memelihara keadaan yang tetap saat perubahan terus berlangsung. Proses ini kompleks dan dinamis.
Peringkat Penalaran Kompleks
      Periode perkembangan kognitif yang diidentifikasi oleh Piaget adalah:
  • Tahap sensorimotor
  • Tahap pra-operasional
  • Operasional konkret
  • Operasional formal

Ringaksan Perubahan Kualitatif dalam Proses Penalaran

Tahap
Proses Penalaran
Periode sensori motor
(kelahiran-1 tahun)
Kecerdasan prasimbolik dan preverbal berkaitan dengan pekembangan pola tindakan. Inferensi dimulai ketika bayi mengembangakan relasi antar tindakan. Contohnya adalah mengkonstruksi skema wadah- isi dari skema “memasukkan ke mulut”.
Periode praoperasinal
(2-3 hingga 7-8 tahun)
Permulaan sebagian pemikiran logis (contohnya air yang ditungakan ke wadah lain adalah air yang sama; a=a) namun, penalaran anak dari satu pemikiran ke pemikiran lainnya dan keputusannya didasarkan pada petunjuk perceptual. Anak kecil tidak membeda-bedakan antara realitas, kemungkinan, dan keniscayaan dalam situasi pemecahan masalah.
Periode operasional konkret
(7-8 hingga 12-14 tahun)
Berkembangnya cara berpikir logis berhunungan dengan objek konkret. Anak mulai memahami bahwa operasi tertentu secara simultan dan niscaya mengimplikasikan kebalikannya. Anak mulai mengembangkan beberapa kemungkinan dalam situasi pemecahan masalah dan cara untuk mengesampingkannya secara sistematis.
Periode operasional formal
(di atas 14 tahun)
Kapabilitas untuk secara logis menangani situasi multifactor mulai muncul, individu dapat mendedukasi berbagai kemungkinan dan secara sistematis mengesampingkannya. Penalaran bergerak dari situasi hipotetik ke konkret.



Pada sensorimotor, bayi mengkonstruksi tindakan yang memungkinkannya untuk bereaksi pada lingkungan. Pada periode pra-operasional, anak membuat keputusan tentang kejadian berdasarkan petunjuk perseptual dan tidak membedakan antara realitas, kemungkinan, dan keniscayaan dalam situasi pemecahan masalah. Pada periode operasional konkret dan formal mempresentasikan penalaran logis, meskipun periode ini berbeda secara kualitatif.

APLIKASI PENDIDIKAN
   
Konsep yang dikembangkan oleh Piaget bisa diimplementasikan di prasekolah dan sekolah dasar dengan memberikan aktivitas yang kaya untuk eksplorasi anak. Namun ada pula faktor seperti isu kelas, karakter pemelajar, proses kognitif dan pembelajaran, implikasi bagi penilaian, konteks sosial untuk belajar, dan relasi dengan perspektif lain yang mempengaruhi proses belajar.


Sumber :
Gtedler, Margaret.E., 2011., Learning and instruction, teori dan aplikasi. Jakarta: Kencana
.

Selasa, 29 Oktober 2013

Testimoni UTS Online pada Mata Kuliah Psikologi Belajar

Diposting oleh Hikmah Nasution di 21.00 0 komentar Link ke posting ini




Alhamdulillah, akhirnya selesai juga pelaksanaan UTS mata kuliah Psikologi Belajar.  pelaksanaan ujian ini  memberikan pengalaman baru bagi saya. UTS online ini berlangsung selama 3 hari dimana setiap soal diberikan setelah soal sebelumnya telah  dijawab. Semua soal diberikan kepada mahasiswa melalui email. Menurut saya proses UTS mata kuliah Psikologi Belajar ini menantang bagi saya,  proses ini merupakan pengalaman pertama bagi saya karena itu saya agak cemas apakah saya bisa mengerjakannya dengan baik. Karena banyak faktor yang dapat menghambat proses UTS Online ini, seperti koneksi internet yang lambat, atau kesalahan teknis lainnya yang mungkin terjadi. Dan kecemasan saya  terjadi karena blum mendapatkan soal UTS yang ketiga apalagi deadline semakin dekat tinggal menghitung jam tetapi hal itu juga merupakan konsekuensi bagi  saya yang mana saya  kurang memanfaatkan waktu untuk lebih cepat menjawab pertanyaan pertama sehingga konsekuensinya lama menunggu balasan pertanyaan berikutnya. padahal waktu untuk menyelesaikan ketiga soal tersebut diberikan waktu 3 hari untuk menjawabnya. Sehingga hal tersebut mengajari saya agar lebih bertanggung jawab atas kesempatan yang telah diberikan.
Berlangsungnya UTS psikologi belajar ini merupakan proses belajar bagi saya, dimana Teori Belajar Awal, ( hlm. 44) yaitu pada bagian asumsi teori behaviorisme menyatakan bahawa perilaku yang dapat diamati, bukan kejadian mental dan  perilaku harus dipelajari melalui elemennya yang paling sederhana (stimuli spesifik) dan proses belajar  adalah perubahan behavioral dimana suatu respon khusus terasosiasikan dengan  kejadian dari suatu stimulus khusus dan terjadi dalam kehadiran stimulus tersebut dan  jika dikaitkan asumsi  dengan proses UTS psikologi belajar  yang mana proses UTS dimulai ketika dosen pengampu memberikan pertanyaan pertama yang merupaka stimulus bagi mahasiswa dan kemudian direspon oleh mahasiswa dengan memberikan jawaaban pada pertanyaan pertama, kemudian jawaban  pertanyaan pertama menjadi stimulus bagi dosen untuk memberikan pertanyaan yang kedua sehingga mahasiswa juga memberikan respon dengan memberikan jawaban masing-masing dan begitu seterusnya dilakukan sampai pertanyaan dan jawaban ketiga. .
Terima kasih kepada ibu Filia Dina Anggaraeni, M.Pd  yang  telah memberikan pembelajaran baru bagi saya dengan proses UTS online ini, temasuk harus bisa bertanggung jawab atas kesempatan yang telah diberikan dan memanfaatkan waktu sehingga saya bisa mengubah perilaku saya kedepannya seperti pada asumsi dasar dalam pengkondisian berpenguat (hal119) dimana disebutkan belajar adalah perubahan perilaku.

Minggu, 27 Oktober 2013

Teori Perkembangan Psikologi Kultural-Historis Vygotsky

Diposting oleh Hikmah Nasution di 03.31 0 komentar Link ke posting ini



Prinsip perkembangan psikologis
Tujuan Vygotsky adalah menciptakan psikologi secara teoritis dan metodologis sederajat dengan meneliti karakteristik manusia yang unik.
Asumsi Dasar
Ada tiga bidang yang membentuk landasan analisi Vygotsky terhadap perkembangan kapabilitas mental manusia, yaitu: 
  • Hakikat kecerdasan manusia  
  • Dua deret baris perkembangan psikologis yang berbeda, biologis dan cultural histori.
  • Desain mode eksperimental untuk menginvestigasi proses psikologis yang dinamis.
Prinsip Pembelajaran
Baik itu kultur individual maupun hubungan pendidikan dengan perkembangan berperan penting dalam perkembangan kognitif. Mereka member dasar untuk menyimpulkan asumsi dasar tentang pembelajaran.
Peran kultur

Menurut Vygostsky, kultur tidak hanya memberi latar untuk perkembangan kognitif individual. Kultur memberi symbol-symbol  cultural (perangkat psikologis) dan anak belajar berpikir dengan bentuk penalaran ini.
Vygotsky dan Luria meneliti pendapat mereka tentang perbedaan historis-kultural di awal 1930-an di wilayah Uni Soviet secara terpisah. Studi ini menyimpulkan bahwa membandingkan objek berdasarkan atribut logis dan mengeneralisasikannya ke dalam kategori logis yang sudah dikenal baik bukanlah sebuah operasi yang universal.

Hubungan antara Pendidikan dan Perkembangan
Vygotsky mendeskripsikan dua cara pembelajaran mempengaruhi perkembangan, yaitu:  pertama, berlajar yang baik akan mendahului dan memandu perkembangan, tugas kognitif yang dapat diselesaikan anak dengan guru pada hari ini, akan dapat diselesaikan sendiri esok harinya. Dengan kata lain, baik itu pembelajaran maupun imitasi berperan penting dalam perkembangan anak. Kedua, pelajaran akademik merupakan hal penting untuk perkembangan kognitif anak. Yakni, “pemikiran abstrak berkembang di semua pelajaran (yang dipelajari pemelajar)”. Pelajaran seperti membaca dan matematika memuat aktivitas yang membutuhkan kesadaran diri dan control sadar.

Komponen Pembelajaran
Komponen penting dari pembelajaran adalah :
  • Menentukam tahap pembelajaran yang tepat 
  • Mengimplementasikan hokum genetic perkembangan kognitif
  • Mengembangkan pemikiran verbal siswa 
Daftar Pustaka 
Gtedler, Margaret. E., 2011., Learning and instruction, teori dan aplikasi. Jakarta: Kencana








Senin, 21 Oktober 2013

Teori Pengembangan Kognitif Jean Piaget

Diposting oleh Hikmah Nasution di 15.38 0 komentar Link ke posting ini



Asumsi Dasar
      Asumsi dasarnya adalah hakikat konstruksivis dari kecerdasan dan faktor-faktor esensial dalam perkambangan kognitif.

Pertanyaan
Sumber
Asumsi
Apa hakikat pengetahuan?
Filsafat
Pengetahuan adalah mengetahui , dan ia adalah sebuah proses yang diciptakan melalui aktivitas pemelajar.

Pengetahuan berasal dari pengalaman mentransformasi realitas melalui interaksi dengannya.
Apa relasi antara orang yang mengetahui dan realitas

a.       Dalam penciptaan pengetahuan, individu dan objek berpadu dan tidak dapat dipisahkan.
b.      “Hubungan antara pemelajar sebelumnya yang lebih penting adalah relasi itu tidak stabil”
Apa hakikat kecerdasan?
Biologi
Kecerdasan manusia dan organism berfungsi serupa. Keduanya adalah sistem terorganisasi secara konstan berinteraksi dengan lingkungan . Mereka juga membangun struktur yang mereka butuhkan dalam rangka beradaptasi dengan lingkungan,
Apa metode investgasi yang tepat?
Psikologi
Observasi dan eksperimentasi.

Faktor-faktor Esensial dalam Perkembangan Kognitif

Ada 4 faktor yang diperlukan untuk transformasi perkembangan dari satu bentuk penalaran ke bentuk yang lain. Faktor itu adalah lingkungan fisik, kematangan, pengaruh sosial, dan proses yang disebut sebagai pemyeimbangan
Komponen perkembangan kognitif
      Teori ini adalah proses yang menjelaskan kemajuan dari satu taraf penalaran dan pemikiran ke taraf yang lebih tinggi. Dua topik utama dalam teori Piaget mengilustrasikan proses ini, yaitu :

1. Sifat Psikologis dan Pemikiran Logis.
Karakteristik esensial dari pemikiran logikal adalah konstruksi struktur psikologikal dengan karakteristik partikular. Secara spesifik, pemelajar:
Ø  mengenali perubahan (transformasi) dan ketidakberubahan (konservasi) situasi
Ø  memahami operasi kebalikan untuk setiap transformasi (keterbalikan)
Ø  mengidentifikasi solusi masalah sebagai keniscayaan logikal.
2. Proses fundamental yang terlibat dalam interaksi dengan lingkungan.
Proses fundamental dalam perkembangan pemikiran logis adalah asimilasi, akomodasi, dan ekuilibrasi. 
  • Asimilasi adalah integrasi elemen eksternal ke dalam struktur intermal pemelajar. 
  • Akomodasi adalah struktru internal pada karakteristik khusu dari situasi tertentu.
  • Ekuilibrasi yaitu proses yang dilakukan dalam memelihara keadaan yang tetap saat perubahan terus berlangsung. Proses ini kompleks dan dinamis.
Peringkat Penalaran Kompleks
      Periode perkembangan kognitif yang diidentifikasi oleh Piaget adalah:
  • Tahap sensorimotor
  • Tahap pra-operasional
  • Operasional konkret
  • Operasional formal

Ringaksan Perubahan Kualitatif dalam Proses Penalaran

Tahap
Proses Penalaran
Periode sensori motor
(kelahiran-1 tahun)
Kecerdasan prasimbolik dan preverbal berkaitan dengan pekembangan pola tindakan. Inferensi dimulai ketika bayi mengembangakan relasi antar tindakan. Contohnya adalah mengkonstruksi skema wadah- isi dari skema “memasukkan ke mulut”.
Periode praoperasinal
(2-3 hingga 7-8 tahun)
Permulaan sebagian pemikiran logis (contohnya air yang ditungakan ke wadah lain adalah air yang sama; a=a) namun, penalaran anak dari satu pemikiran ke pemikiran lainnya dan keputusannya didasarkan pada petunjuk perceptual. Anak kecil tidak membeda-bedakan antara realitas, kemungkinan, dan keniscayaan dalam situasi pemecahan masalah.
Periode operasional konkret
(7-8 hingga 12-14 tahun)
Berkembangnya cara berpikir logis berhunungan dengan objek konkret. Anak mulai memahami bahwa operasi tertentu secara simultan dan niscaya mengimplikasikan kebalikannya. Anak mulai mengembangkan beberapa kemungkinan dalam situasi pemecahan masalah dan cara untuk mengesampingkannya secara sistematis.
Periode operasional formal
(di atas 14 tahun)
Kapabilitas untuk secara logis menangani situasi multifactor mulai muncul, individu dapat mendedukasi berbagai kemungkinan dan secara sistematis mengesampingkannya. Penalaran bergerak dari situasi hipotetik ke konkret.



Pada sensorimotor, bayi mengkonstruksi tindakan yang memungkinkannya untuk bereaksi pada lingkungan. Pada periode pra-operasional, anak membuat keputusan tentang kejadian berdasarkan petunjuk perseptual dan tidak membedakan antara realitas, kemungkinan, dan keniscayaan dalam situasi pemecahan masalah. Pada periode operasional konkret dan formal mempresentasikan penalaran logis, meskipun periode ini berbeda secara kualitatif.

APLIKASI PENDIDIKAN
   
Konsep yang dikembangkan oleh Piaget bisa diimplementasikan di prasekolah dan sekolah dasar dengan memberikan aktivitas yang kaya untuk eksplorasi anak. Namun ada pula faktor seperti isu kelas, karakter pemelajar, proses kognitif dan pembelajaran, implikasi bagi penilaian, konteks sosial untuk belajar, dan relasi dengan perspektif lain yang mempengaruhi proses belajar.


Sumber :
Gtedler, Margaret.E., 2011., Learning and instruction, teori dan aplikasi. Jakarta: Kencana
.