Pages

Rabu, 07 Januari 2015

Kelompok 7: 

Nur Hikmah Nasution     (11-006)
Icfadila Hanisa Lubis       (11-022)
Devi Ramadana                 (11-026)
Mentari Purba                    (11-028)
Cynthia Halim                    (11-044) 
 


Strategi 4P dalam Pengembangan Kreativitas, How Talented People Show Off Their Talent On Daily Routines ditinjau dari 4 aspek:

1. Pribadi
Kreativitas adalah ungkapan (ekspresi) dari keunikan individu yang ditunjukkan dalam interaksi dengan lingkungannya. Keunikan setiap individu mencerminkan orisinalitas dari pribadi-pribadi yang diharapkan dapat memacu untuk timbulnya ide-ide baru dan produk-produk yang inovatif. Keunikan yang berbeda pada masing-masing individu menimbulkan pemikiran yang berbeda-beda pula. Awalnya ketika kami berdiskusi, masing-masing dari anggota kelompok menyatakan pendapat dan ide mengenai topik apa yang akan kami pilih sebagai produk untuk kreativitas kami. Setelah disepakati akhirnya kami memilih ide dari salah seorang teman kami yang mengusulkan untuk membuat video tentang orang-orang berbakat yang ingin “pamer” dengan menunjukkan atau memasukkan bakat mereka ke kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan di kehidupan sehari-hari.

2. Pendorong (Press)
Bakat kreatif individu dipengaruhi oleh motivasi internal dan eksternal. Selain dari dalam diri individu tersebut dukungan dari lingkungan juga memberi pengaruh besar bagi individu dalam mengembangkan bakat-bakat kreatifnya. Tantangan yang kami dapat dalam mata kuliah kreativitas ini, yang tidak kami temukan pada mata kuliah lain memacu kami untuk menunjukkan performa terbaik yang kami miliki. Selain itu, Bu Dina dan teman-teman dalam mata kuliah ini secara tidak langsung juga memberikan dukungan bagi kami untuk menunjukkan keunikan yang kami miliki. Kami juga ingin mendapat nilai yang bagus dalam mata kuliah ini.

3. Proses
Pengembangan kreativitas individu sangan bergantung pada banyaknya kesempatan, stimulus, dan dukungan yang diberikan termasuk prasarana yang menunjang pengekspresian keunikan individu. Mata kuliah kreativitas ini memberikan kami kesempatan untuk menunjukkan keunikan yang kami miliki tanpa membatasi sehingga kami merasa “lepas” dan “bebas” dalam menjalani proses untuk menunjukkan performa terbaik yang kami miliki. Kami berusaha optimal dalam melakukan step by step untuk menghasilkan produk sesuai harapan kami. Dalam menjalani proses, waktu yang kami butuhkan sampai tahap akhir penyelesaian (editing) adalah 2 bulan 2 minggu.

4. Produk
Dengan dimilikinya bakat dan ciri-ciri pribadi kreatif, dan dengan dorongan (internal maupun eksternal) untuk bersibuk diri secara kreatif, maka produk-produk  kreatif yang bermakna dengan sendirinya akan timbul. Produk adalah hasil akhir dari pribadi + press + proses. Bu Dina yang memberikan kami kesempatan untuk menampilkan produk kami di depan seluruh audience kreativitas memberikan kami semangat yang menimbulkan ide-ide yang inovatif dan membuat kami berupaya mengoptimalkan diri dan keunikan kami masing-masing dan bekerja sama menghasilkan produk yang telah kami sepakati.

Kami menggunakan teori Rogers karena menurut kami teori-teori dapat mendeskripsikan unsur-unsur dasar dari kreativitas itu sendiri, yaitu dari pribadi individunya dan sesuai dengan konsep “unik” kreativitas itu sendiri.


Teori Rogers

Menurut Carl Rogers (1902-1987) tiga kondisi dari pribadi yang kreatif ialah:
a. Keterbukaan terhadap pengalaman
b. Kemampuan untuk menilai situasi sesuai dengan patokan pribadi seseorang
c. Kemampuan untuk bereksperimen, untuk “bermain” dengan konsep-konsep

a. Karena keterbukaan dari anggota-anggota dalam kelompok, pengalaman yang dimiliki jadi beragam sehingga kami bisa bertukar ide dengan baik dan mendapat bayangan mengenai rancangan yang akan kami lakukan ke depannya.
b.  Kami mendiskusikan tentang kegiatan apa saja yang akan kami lakukan dan kemampuan kami masing-masing serta batasan-batasan yang kami miliki, dan menentukan peran masing-masing anggota kelompok agar bisa berperan optimal pada scene dalam list.
c. Setelah kami merancang program yang akan kami jalankan, kemudian kami mencoba untuk berpikir kreatif mengenai seperti apa proses yang akan kami jalani untuk membuat produk yang “lain dari yang lain”.


Proses Pengerjaan

1.      Setelah kelompok sepakat tentang ide untuk membuat video How Talented People Show Off Their Talent On Daily Routines, kemudian kami melakukan brainstorming dengan mengumpulkan ide-ide tentang bakat-bakat apa saja yang akan kami masukkan ke video dan adegan-adegan apa saja yang akan kami buat. Banyak sekali ide yang datang dari anggota kelompok yang kemudian kami tulis dan kami diskusikan lagi untuk menyaring kira-kira adegan apa saja yang menarik dan memungkinkan untuk kami buat.
2.      Setelah itu kami membuat semacam script untuk masing-masing adegan. Banyak sekali bakat-bakat yang muncul dibenak kami akan tetapi tidak semua bakat tersebut dapat kami lakukan. Maka dari itu, untuk beberapa adegan kami membuat semacam “trik” untuk membuat seakan-akan kami benar-benar mempunyai bakat tersebut. Proses di sini cukup menyenangkan karena kami dapat mengeluarkan ide-ide dari kepala kami untuk memikirkan trik-trik apa yang bisa kami pakai dan berdikusi lagi untuk mendapatkan kesepakatan. Untuk bakat-bakat tertentu yang tidak bisa kami lakukan sendiri dan tidak bisa dibuat triknya, kami meminta bantuan dari teman-teman lain yang benar-benar mempunyai bakat tersebut. Untuk adegan yang memerlukan banyak orang kami juga meminta meminta bantuan beberapa teman-teman lain.
3.      Adegan-adegan yang direkam lumayan banyak dan kami ambil dalam waktu dan hari yang berbeda-beda disesuaikan dengan kemampuan anggota kelompok. Selain itu, karena kami meminta bantuan dari beberapa orang kami harus membuat janji dulu dan menyesuaikan dengan waktu yang mereka luangkan untuk membantu kami mengambil adegan. Jadi rentang waktu mengambil adegan per adegan lumayan berjarak. Waktu yang kami butuhkan untuk merekam seluruh adegan kurang lebih dua bulan.
4.      Peralatan yang kami gunakan untuk mengambil adegan adalah kamera, tripod dan properti-properti pendukung adegan seperti laptop, tong sampah, raket nyamuk, sarung tangan softball, dsb.
5.      Lokasi yang kami gunakan sebagian besar di sekitaran area kampus dan beberapa adegan dilakukan di rumah salah satu anggota kelompok.
6.      Proses editing dilakukan setelah semua rekaman adegan terkumpul. Proses editing dilakukan kurang lebih dua minggu hingga menjadi sebuah produk video berjudul How Talented People Show Off Their Talent On Daily Routine.


Kendala Ketika Proses Pembuatan Video:

1.      Karena kami meminta beberapa teman untuk membantu kami tampil di video ini, kami harus menyesuaikan waktu kami dengan waktu yang mereka berikan. Jadi tidak jarang kami harus kalang kabut dan bahkan sampai harus menunggu teman yang bersangkutan agar dapat mengambil adegan di waktu yang sudah kami sepakati.
2.      Karena ini pertama kalinya anggota kelompok membuat video seperti ini, banyak sekali adegan-adegan yang harus diulang-ulang karena kami masih kaku di depan kamera.
3.      Karena pengambilan adegan terkadang membutuhkan waktu yang lumayan lama, masalah baterai kamera juga cukup menjadi kendala.
4.      Sekali lagi karena ini pertama kalinya kami membuat video seperti ini, proses editing juga memakan banyak usaha mulai dari pemotongan video dan merekam suara yang kami ulang-ulang agar mendapatkan hasil yang terbaik.
 

0 komentar:

Poskan Komentar

Rabu, 07 Januari 2015

Diposkan oleh Hikmah Nasution di 07.23

Kelompok 7: 

Nur Hikmah Nasution     (11-006)
Icfadila Hanisa Lubis       (11-022)
Devi Ramadana                 (11-026)
Mentari Purba                    (11-028)
Cynthia Halim                    (11-044) 
 


Strategi 4P dalam Pengembangan Kreativitas, How Talented People Show Off Their Talent On Daily Routines ditinjau dari 4 aspek:

1. Pribadi
Kreativitas adalah ungkapan (ekspresi) dari keunikan individu yang ditunjukkan dalam interaksi dengan lingkungannya. Keunikan setiap individu mencerminkan orisinalitas dari pribadi-pribadi yang diharapkan dapat memacu untuk timbulnya ide-ide baru dan produk-produk yang inovatif. Keunikan yang berbeda pada masing-masing individu menimbulkan pemikiran yang berbeda-beda pula. Awalnya ketika kami berdiskusi, masing-masing dari anggota kelompok menyatakan pendapat dan ide mengenai topik apa yang akan kami pilih sebagai produk untuk kreativitas kami. Setelah disepakati akhirnya kami memilih ide dari salah seorang teman kami yang mengusulkan untuk membuat video tentang orang-orang berbakat yang ingin “pamer” dengan menunjukkan atau memasukkan bakat mereka ke kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan di kehidupan sehari-hari.

2. Pendorong (Press)
Bakat kreatif individu dipengaruhi oleh motivasi internal dan eksternal. Selain dari dalam diri individu tersebut dukungan dari lingkungan juga memberi pengaruh besar bagi individu dalam mengembangkan bakat-bakat kreatifnya. Tantangan yang kami dapat dalam mata kuliah kreativitas ini, yang tidak kami temukan pada mata kuliah lain memacu kami untuk menunjukkan performa terbaik yang kami miliki. Selain itu, Bu Dina dan teman-teman dalam mata kuliah ini secara tidak langsung juga memberikan dukungan bagi kami untuk menunjukkan keunikan yang kami miliki. Kami juga ingin mendapat nilai yang bagus dalam mata kuliah ini.

3. Proses
Pengembangan kreativitas individu sangan bergantung pada banyaknya kesempatan, stimulus, dan dukungan yang diberikan termasuk prasarana yang menunjang pengekspresian keunikan individu. Mata kuliah kreativitas ini memberikan kami kesempatan untuk menunjukkan keunikan yang kami miliki tanpa membatasi sehingga kami merasa “lepas” dan “bebas” dalam menjalani proses untuk menunjukkan performa terbaik yang kami miliki. Kami berusaha optimal dalam melakukan step by step untuk menghasilkan produk sesuai harapan kami. Dalam menjalani proses, waktu yang kami butuhkan sampai tahap akhir penyelesaian (editing) adalah 2 bulan 2 minggu.

4. Produk
Dengan dimilikinya bakat dan ciri-ciri pribadi kreatif, dan dengan dorongan (internal maupun eksternal) untuk bersibuk diri secara kreatif, maka produk-produk  kreatif yang bermakna dengan sendirinya akan timbul. Produk adalah hasil akhir dari pribadi + press + proses. Bu Dina yang memberikan kami kesempatan untuk menampilkan produk kami di depan seluruh audience kreativitas memberikan kami semangat yang menimbulkan ide-ide yang inovatif dan membuat kami berupaya mengoptimalkan diri dan keunikan kami masing-masing dan bekerja sama menghasilkan produk yang telah kami sepakati.

Kami menggunakan teori Rogers karena menurut kami teori-teori dapat mendeskripsikan unsur-unsur dasar dari kreativitas itu sendiri, yaitu dari pribadi individunya dan sesuai dengan konsep “unik” kreativitas itu sendiri.


Teori Rogers

Menurut Carl Rogers (1902-1987) tiga kondisi dari pribadi yang kreatif ialah:
a. Keterbukaan terhadap pengalaman
b. Kemampuan untuk menilai situasi sesuai dengan patokan pribadi seseorang
c. Kemampuan untuk bereksperimen, untuk “bermain” dengan konsep-konsep

a. Karena keterbukaan dari anggota-anggota dalam kelompok, pengalaman yang dimiliki jadi beragam sehingga kami bisa bertukar ide dengan baik dan mendapat bayangan mengenai rancangan yang akan kami lakukan ke depannya.
b.  Kami mendiskusikan tentang kegiatan apa saja yang akan kami lakukan dan kemampuan kami masing-masing serta batasan-batasan yang kami miliki, dan menentukan peran masing-masing anggota kelompok agar bisa berperan optimal pada scene dalam list.
c. Setelah kami merancang program yang akan kami jalankan, kemudian kami mencoba untuk berpikir kreatif mengenai seperti apa proses yang akan kami jalani untuk membuat produk yang “lain dari yang lain”.


Proses Pengerjaan

1.      Setelah kelompok sepakat tentang ide untuk membuat video How Talented People Show Off Their Talent On Daily Routines, kemudian kami melakukan brainstorming dengan mengumpulkan ide-ide tentang bakat-bakat apa saja yang akan kami masukkan ke video dan adegan-adegan apa saja yang akan kami buat. Banyak sekali ide yang datang dari anggota kelompok yang kemudian kami tulis dan kami diskusikan lagi untuk menyaring kira-kira adegan apa saja yang menarik dan memungkinkan untuk kami buat.
2.      Setelah itu kami membuat semacam script untuk masing-masing adegan. Banyak sekali bakat-bakat yang muncul dibenak kami akan tetapi tidak semua bakat tersebut dapat kami lakukan. Maka dari itu, untuk beberapa adegan kami membuat semacam “trik” untuk membuat seakan-akan kami benar-benar mempunyai bakat tersebut. Proses di sini cukup menyenangkan karena kami dapat mengeluarkan ide-ide dari kepala kami untuk memikirkan trik-trik apa yang bisa kami pakai dan berdikusi lagi untuk mendapatkan kesepakatan. Untuk bakat-bakat tertentu yang tidak bisa kami lakukan sendiri dan tidak bisa dibuat triknya, kami meminta bantuan dari teman-teman lain yang benar-benar mempunyai bakat tersebut. Untuk adegan yang memerlukan banyak orang kami juga meminta meminta bantuan beberapa teman-teman lain.
3.      Adegan-adegan yang direkam lumayan banyak dan kami ambil dalam waktu dan hari yang berbeda-beda disesuaikan dengan kemampuan anggota kelompok. Selain itu, karena kami meminta bantuan dari beberapa orang kami harus membuat janji dulu dan menyesuaikan dengan waktu yang mereka luangkan untuk membantu kami mengambil adegan. Jadi rentang waktu mengambil adegan per adegan lumayan berjarak. Waktu yang kami butuhkan untuk merekam seluruh adegan kurang lebih dua bulan.
4.      Peralatan yang kami gunakan untuk mengambil adegan adalah kamera, tripod dan properti-properti pendukung adegan seperti laptop, tong sampah, raket nyamuk, sarung tangan softball, dsb.
5.      Lokasi yang kami gunakan sebagian besar di sekitaran area kampus dan beberapa adegan dilakukan di rumah salah satu anggota kelompok.
6.      Proses editing dilakukan setelah semua rekaman adegan terkumpul. Proses editing dilakukan kurang lebih dua minggu hingga menjadi sebuah produk video berjudul How Talented People Show Off Their Talent On Daily Routine.


Kendala Ketika Proses Pembuatan Video:

1.      Karena kami meminta beberapa teman untuk membantu kami tampil di video ini, kami harus menyesuaikan waktu kami dengan waktu yang mereka berikan. Jadi tidak jarang kami harus kalang kabut dan bahkan sampai harus menunggu teman yang bersangkutan agar dapat mengambil adegan di waktu yang sudah kami sepakati.
2.      Karena ini pertama kalinya anggota kelompok membuat video seperti ini, banyak sekali adegan-adegan yang harus diulang-ulang karena kami masih kaku di depan kamera.
3.      Karena pengambilan adegan terkadang membutuhkan waktu yang lumayan lama, masalah baterai kamera juga cukup menjadi kendala.
4.      Sekali lagi karena ini pertama kalinya kami membuat video seperti ini, proses editing juga memakan banyak usaha mulai dari pemotongan video dan merekam suara yang kami ulang-ulang agar mendapatkan hasil yang terbaik.
 

0 komentar on " "

Poskan Komentar