Pages

Rabu, 11 Desember 2013

Metakognisi dan Pemecahan Masalah



Komponen
Secara umum metakognisi dapat dikatakan sebagai berpikir tentang pemikiran. Beberapa perspektif menekankan pengetahuan individual tentang kognisi dan penggunaan strategi. Yang lainnya menekannkan baik itu pengetahuan maupun pengaturan kognisi. 
Pengetahuan kognisi.  Komponen utama dari metakognisi adalah:  
  •  pengetahuan dan kesadaran tentang pemikiran diri sendiri, dan 
  •  pengetahuan tentang kapan dan di mana mesti menggunakan strategi yang diperoleh. Pengetahuan tentang pemikiran seseorang mencakup informasi tentang kapasitas dan keterbatasan dirinya sendiri dan kesadaran akan kesulitan selama belajar sehingga dapat dilakukan perbaikan. 
Keterampilan metakognisi adalah proses yang mengontrol penggunaan strategi dalam tugas-tugas kognitif. Yang terasuk dalam metakognisi adalah 
  •  pengetahuan tentang kognisis yang mencakup pengetahuan mengenai tugas, strategi, rencana pembelajaran dan tujuan, 
  •   kapabiltas seseorang dalam mengelola kognisi.
Termasuk di dalamnya adalah penentuan tujuan, mengaktifkan sumber daya yang relevan, memilih strategi yang tepat, mengevaluasi pemahaman diri, mengecek kemajuan diri, dan mengarah ulangkan upaya jika diperlukan. Meskipun bersifat sadar dan internal, proses metakognisis dapat dilakukan secara otomatis dan semakin luas basis pengetahuan seseorang pemelajar di bidang tertentu, semakin berkurang kebutuhannya akan strategi metakognitif.

Empat kondisi umum untuk pembelajaran metakognitif adalah : 
  •   pembelajaran dengan kesadaran akan kegunaan, 
  •  kriteria kinerja dan penilaian yang membutuhkan aktivitas metakognitif; 
  •  memberi conth strategi dengan penguatan dan 
  •  latihan ekstensif dalam situasi yang berbeda dengan penguatan.
Selama pembelajaran, diskusi singkat dapat mengeksplorasi tujuan strategi metakognitif dan mengeksplorasi hubungan antara kondisi tugas, strategi dan produk dari tugas-tugas yang berbeda. Monitoring diri dan evaluasi juga harus dimasukkan sebagai bagian dari pembelajaran keterampilan metakognitif. 

Bentuk masalah
Komponen formal dari suatu masalah adalah ketentuan, tujuan, dan kegiatan yang diperbolehkan atau prosedur yang mengubah informasi tertentu. Situasi juga mencakup hambatan yang merintangi kemajuan dalam memecahkan masalah. 

Terdapat dua kategori masalah adalah masalah yang diidentifikasi dengan baik (informasinya eksplisit) dan yang diidentifikasi dengan buruk (informasinya impisit). Dari perpektif pemelajar, masalah bisa dideskripsikan sebagai sesuatu yang rutin (mengandung solusi yang segera dikenali) dan ssuatu yang nonrutin (melibatkan mengembangkan solusi baru). Akan tetapi dari dua hal tersebut adalah masalah yang membutuhkan restrukturisasi strategi sebelumnya agar sesuai dengan tujuan yang baru.

      
Subproses dalam Pemecahan Masalah 
Empat subproses utama dari pemecahan masalah yang membutuhkan semua metakognisi adalah merepresentasikan masalah, merencanakan strategi, mengatasi halangna dan melaksanakan rencana.

Subproses
Peran Keterampilan Metakognitif
1.       Merepresentasikan masalah (mengidentifikasi cirri paling relevan dan menciptakan peta mental atas komponen-komponennya).
1 a. Membantu dalam mengakses informasi yang relevan dari memori jangka panjang yang dapat memberi kontribusi pada identifikasi komponen masalah utama).
  b. Membantu menciptakan “peta mental” dari ketentuan, relasi antar-unsur, tujuan, dan batasan (Davidson & Sternberg 1998).
  c. Membantu perekaman selektif,kombinasi selektif, dan perbandingan selektif ketika diperlukan (Davidson & Sternberg 1998).
2.       Perencanaan.
2a. Me-riview dan memilih rencana dan strategi, mungkin menggunakan eksplorasi yang terstruktur (Schoenfeld, 1992).
3.       Mengatasi halangan.
3a. Membantu dalam pencarian ingatan jangka panjang untukinformasi baru.
  b. Mulai melakukan 1c di atas.
4.       Meaksanakan rencana (dan mengatasi masalah).
4a. Memonitor kemajuan dan memodifikasi rencana ketika perlu.
  b. Kembali ke-3 jika perlu.

          
Daftar Pustaka

Gtedler, Margaret. E., 2011., Learning and instruction, teori dan aplikasi. Jakarta: Kencana

Senin, 09 Desember 2013

Pemrosesan Informasi




Prinsip Belajar
Teori pemrosesan informasi membahas langkah-langkah dasar yang diambil individu untuk memperoleh, menyandikan, dan mengingat informasi.

Asumsi Dasar
Dua asumsi dasar yang mendukung riset pemrosesan informasi adalah :
a)      sistem memori adalah pengolah informasi yang aktif dan terorganisasi
b)      pengetahuan sebelumnya berperan penting dalam belajar.
Terkait dengan asumsi dasar ini adalah keyakinana tentang :
a.       hakikat system memori manusia
b.      cara-cara bagaimana butir-butir pengetahuan dilambangkan dalam memori jangka panjang
c.       organisasi pengetahuan  dalam memori jangka panjang.
Komponen Belajar
Komponen utama dari belajar adalah :
 

  1. Kerangka belajar, yang mencakup pengetahuan sebelumnya yang dimiliki pemelajar dan organisasi informasi yang akan dipelajari.   
  2.  Proses yang diidentifikasi dalam model memori multitahap dan interaksinya.   Proses  tersebut adalah persepsi, pengkodean, dan pengkonstruksian makna, interaksi antara memori kerja dengan memori jangka panjang, dan pengambilan kembali (retrieval).


Kerangka Belajar
Belajar yang efektif dan efisien bergantung pada faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah bentuk pengetahuan dalam kerangka kognitif seseorang. Faktor eksternal yang paling penting adalah hakikat dan organisasai pengetahuan yang akan dipelajari


Komponen Pembelajaran
Komponen utama dalam pembelajaran adalah:


  1. Menstrukturisasi kerangka belajar adalah memberi kontribusi bagaimana pengetahuan pemelajar berinteraksi dengan pengetahuan baru dan menstruktur informasi yang akan dipelajari dengan cara yang bermakna.  
  2. Memfasilitasi perhatian pemelajar adalah menciptakan lingkungan yang membuat siswa dapat fokus pada tugas-tugas penting dan kemudian memberi penilaian informal atas persepsi pemelajar. 
  3. Memfasilitasi pengkodean informasi adalah mengajari siswa dalam mempermudah mengkodekan informasi yang dipelajari .
  4. Mengajari siswa strategi mengkontruksi makna adalah dengan menggunakan dua strategi spesifik yang efektif untuk mengkonstruksi makna dari teks dan materi lisan adalah peringkasan dan pertanyaan diri.


Daftar Pustaka

Gtedler, Margaret. E., 2011., Learning and instruction, teori dan aplikasi. Jakarta: Kencana

Selasa, 03 Desember 2013

Kondisi Belajar Robert Gagne




     PRINSIP BELAJAR
      Gagne berpendapat bahwa kunci untuk mengembangkan teori yang komprehensif adalah memulai dengan analisis berbagai macam kinerja dan keterampilan yang dilakukan oleh manusia.

Asumsi Dasar
      Asumsi dasar dari teori Gagne mendeskripsikan sifat unik dari kegiatan belajar manusia dan definisinya tentang belajar.

Keunikan hakikat belajar manusia

Elemen penting dalam analisis Gagne adalah kaitan belajar dengan perkembangan, kompleksitas belajar pada manusia, dan masalah khusus dengan pandangan-pandangan sebelumnya.

Kompleksitas belajar manusia. Dua karakteristik dari belajar menunjukkan arti pentingnya bagi perkembangan. Yang pertama adalah banyak hasil belajar manusia digeneralisasikan untuk berbagai macam situasi. Kedua adalah keterampilan yang kompleks di dasarkan pada pembelajaran sebelumnya. Dalam artian yang luas mengenai pertumbuhan "perkembangan perilaku berasal dari efek belajar kumulatif", dengan kata lain belajar adalah faktor kausal dalam perkembangan individual.

NO
ASUMSI
ALASAN
1.
Belajar dan pertumbuhan tidak boleh disamakan satu sama lain.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan terutama ditentukan secara genetic. Faktor yang mempengaruhi belajar terutama ditentukan oleh kejadian dalam lingkungan pemelajar.
2.
Belajar adalah faktor kausal penting dalam perkembangan individual.
Model yang diusulkan Arnold Gessel, bahwa pertumbuhan tubuh dan mental terkait erat, adalah tidak akurat.
3.
Banyak hasil belajar manusia digeneralisasikan ke berbagai macam situasi.
Belajar bukan akuisisi kepingan-kepingan informasi secara terpisah-pisah. Penjumlahan, misalnya berlaku untuk situasi seperti penyeimbangan neraca, menghitung pajak dan menyusun anggaran.
4.
Belajar manusia adalah kumulatif; belajar keterampilan yang kompleks didasarkan pada belajar sebelumnya
Seseorang tidak harus mempelajari seperangkat respons baru secara legkap di banyak situasi. MIsalnya, keterampilan menjumlahkan angka memberi kontribusi untuk kemampuan membagi.
5.
Belajar bukan proses tunggal.
Model S-R dapat menjelaskan asosiasi sederhana, tetapi tidak dapat menjelaskan belajar keterampilan yang kompleks. Juga, belajar membaca atu mengucapkan bahasa asing bukan hasil dari wawasan (instight).

Definisi Belajar
Analisis Gagne menjelaskan dalam bentuk identifikasi persyaratan untuk definisi belajar yang komprehensif dan deskripsi belajar pada manusia.
Proses belajar adalah proses kognitif yang memproses informasi di lingkungan menjadi berbagai macam kapabilitas. Ketika didefinisikan secara formal, belajar menghasilkan berbagai disposisi yang dipertahankan yang tercermin dalam berbagai macam perilaku yang berbeda. aMenurut perspektif Gagne, kapabilitas terdiri dari komponen mental (disposisi yang dipertahankan) dan komponen perilaku (kinerja). 

Kerangka Belajar
      Kerangka Gagne untuk belajar terdiri dari tiga komponen utama, yaitu (a)sistem untuk menjelaskan diversitas kapabilitas manusia, (b)proses pemerolehan kapabilitas dan (c)langkah-langkah dalam pembelajaran yang mendukung setiap langkah dalam belajar. Langkah pertama adalah mengembangkan pemahaman tentang diversitas manusia karena sifat dari keluaran belajar akan menentukan parameter pada proses belajar, kedua bahwa belajar dan pembelajaran bukan titik perhatian yangterpisah. Keduanya harus dikembangkan secara beriringan. 
     

Sembilan Tahapan Belajar
      Sembilan fase belajar dikategorikan menjadi tiga tahapan umum, yakni (a)persiapan belajar, (b)akuisisi dan kinerja yang merupakan "peristiwa inti" di dalam mempelajari kapabilitas baru dan (c) transfer belajar yang memberikan aplikasi untuk kapabilitas baru di dalam konteks yang baru.

NO
DESKRIPSI
TAHAPAN
FUNGSI
1.
Persiapan Belajar
1.       Memperhatikan

2.       Harapan

3.       Pengambilan kembali (informasi yang relevan dan/atau keterampilan) untuk dibawa ke ingatan kerja.
Member peringatan bagi pemelajar terhadap adanya stimulus.
Mengorientasikan pemelajar pada tujuan belajar
Memberikan ingatan tentang kapabilitas yang diperlukan.
2.
Akuisisi dan kinerja
4.       Persepsi selektif terhadap ciri stimulus

5.       Pengkodean semantic


6.       Pengambilan kembali dan respons

7.       Penguatan
Memungkinkan penyimpanan stimulus penting karena secara temporer di dalam ingatan kerja.
Transfer citi stimulus dan informasi terkait ke dalam ingatan jangka panjang.
Mengembalikan informasi yang tersimpan ke penggerak respons individual dan mengaktifkan respons
Menginformasi harapan pemelajar tentang tujuan belajar.
3.
Transfer Belajar
8.       Pengambilan petunjuk


9.       Kemampuan generalisasi
Memberikan petunjuk tambahan untuk pengingatan kapabilitas di waktu mendatang
Memperkaya transfer belajar ke situasi baru

Sumber
  Gredler, Margaret.E., 2011., Learning and instruction, teori dan aplikasi. Jakarta: Kencana 

Rabu, 11 Desember 2013

Metakognisi dan Pemecahan Masalah

Diposting oleh Hikmah Nasution di 21.43 0 komentar


Komponen
Secara umum metakognisi dapat dikatakan sebagai berpikir tentang pemikiran. Beberapa perspektif menekankan pengetahuan individual tentang kognisi dan penggunaan strategi. Yang lainnya menekannkan baik itu pengetahuan maupun pengaturan kognisi. 
Pengetahuan kognisi.  Komponen utama dari metakognisi adalah:  
  •  pengetahuan dan kesadaran tentang pemikiran diri sendiri, dan 
  •  pengetahuan tentang kapan dan di mana mesti menggunakan strategi yang diperoleh. Pengetahuan tentang pemikiran seseorang mencakup informasi tentang kapasitas dan keterbatasan dirinya sendiri dan kesadaran akan kesulitan selama belajar sehingga dapat dilakukan perbaikan. 
Keterampilan metakognisi adalah proses yang mengontrol penggunaan strategi dalam tugas-tugas kognitif. Yang terasuk dalam metakognisi adalah 
  •  pengetahuan tentang kognisis yang mencakup pengetahuan mengenai tugas, strategi, rencana pembelajaran dan tujuan, 
  •   kapabiltas seseorang dalam mengelola kognisi.
Termasuk di dalamnya adalah penentuan tujuan, mengaktifkan sumber daya yang relevan, memilih strategi yang tepat, mengevaluasi pemahaman diri, mengecek kemajuan diri, dan mengarah ulangkan upaya jika diperlukan. Meskipun bersifat sadar dan internal, proses metakognisis dapat dilakukan secara otomatis dan semakin luas basis pengetahuan seseorang pemelajar di bidang tertentu, semakin berkurang kebutuhannya akan strategi metakognitif.

Empat kondisi umum untuk pembelajaran metakognitif adalah : 
  •   pembelajaran dengan kesadaran akan kegunaan, 
  •  kriteria kinerja dan penilaian yang membutuhkan aktivitas metakognitif; 
  •  memberi conth strategi dengan penguatan dan 
  •  latihan ekstensif dalam situasi yang berbeda dengan penguatan.
Selama pembelajaran, diskusi singkat dapat mengeksplorasi tujuan strategi metakognitif dan mengeksplorasi hubungan antara kondisi tugas, strategi dan produk dari tugas-tugas yang berbeda. Monitoring diri dan evaluasi juga harus dimasukkan sebagai bagian dari pembelajaran keterampilan metakognitif. 

Bentuk masalah
Komponen formal dari suatu masalah adalah ketentuan, tujuan, dan kegiatan yang diperbolehkan atau prosedur yang mengubah informasi tertentu. Situasi juga mencakup hambatan yang merintangi kemajuan dalam memecahkan masalah. 

Terdapat dua kategori masalah adalah masalah yang diidentifikasi dengan baik (informasinya eksplisit) dan yang diidentifikasi dengan buruk (informasinya impisit). Dari perpektif pemelajar, masalah bisa dideskripsikan sebagai sesuatu yang rutin (mengandung solusi yang segera dikenali) dan ssuatu yang nonrutin (melibatkan mengembangkan solusi baru). Akan tetapi dari dua hal tersebut adalah masalah yang membutuhkan restrukturisasi strategi sebelumnya agar sesuai dengan tujuan yang baru.

      
Subproses dalam Pemecahan Masalah 
Empat subproses utama dari pemecahan masalah yang membutuhkan semua metakognisi adalah merepresentasikan masalah, merencanakan strategi, mengatasi halangna dan melaksanakan rencana.

Subproses
Peran Keterampilan Metakognitif
1.       Merepresentasikan masalah (mengidentifikasi cirri paling relevan dan menciptakan peta mental atas komponen-komponennya).
1 a. Membantu dalam mengakses informasi yang relevan dari memori jangka panjang yang dapat memberi kontribusi pada identifikasi komponen masalah utama).
  b. Membantu menciptakan “peta mental” dari ketentuan, relasi antar-unsur, tujuan, dan batasan (Davidson & Sternberg 1998).
  c. Membantu perekaman selektif,kombinasi selektif, dan perbandingan selektif ketika diperlukan (Davidson & Sternberg 1998).
2.       Perencanaan.
2a. Me-riview dan memilih rencana dan strategi, mungkin menggunakan eksplorasi yang terstruktur (Schoenfeld, 1992).
3.       Mengatasi halangan.
3a. Membantu dalam pencarian ingatan jangka panjang untukinformasi baru.
  b. Mulai melakukan 1c di atas.
4.       Meaksanakan rencana (dan mengatasi masalah).
4a. Memonitor kemajuan dan memodifikasi rencana ketika perlu.
  b. Kembali ke-3 jika perlu.

          
Daftar Pustaka

Gtedler, Margaret. E., 2011., Learning and instruction, teori dan aplikasi. Jakarta: Kencana

Senin, 09 Desember 2013

Pemrosesan Informasi

Diposting oleh Hikmah Nasution di 03.37 0 komentar



Prinsip Belajar
Teori pemrosesan informasi membahas langkah-langkah dasar yang diambil individu untuk memperoleh, menyandikan, dan mengingat informasi.

Asumsi Dasar
Dua asumsi dasar yang mendukung riset pemrosesan informasi adalah :
a)      sistem memori adalah pengolah informasi yang aktif dan terorganisasi
b)      pengetahuan sebelumnya berperan penting dalam belajar.
Terkait dengan asumsi dasar ini adalah keyakinana tentang :
a.       hakikat system memori manusia
b.      cara-cara bagaimana butir-butir pengetahuan dilambangkan dalam memori jangka panjang
c.       organisasi pengetahuan  dalam memori jangka panjang.
Komponen Belajar
Komponen utama dari belajar adalah :
 

  1. Kerangka belajar, yang mencakup pengetahuan sebelumnya yang dimiliki pemelajar dan organisasi informasi yang akan dipelajari.   
  2.  Proses yang diidentifikasi dalam model memori multitahap dan interaksinya.   Proses  tersebut adalah persepsi, pengkodean, dan pengkonstruksian makna, interaksi antara memori kerja dengan memori jangka panjang, dan pengambilan kembali (retrieval).


Kerangka Belajar
Belajar yang efektif dan efisien bergantung pada faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah bentuk pengetahuan dalam kerangka kognitif seseorang. Faktor eksternal yang paling penting adalah hakikat dan organisasai pengetahuan yang akan dipelajari


Komponen Pembelajaran
Komponen utama dalam pembelajaran adalah:


  1. Menstrukturisasi kerangka belajar adalah memberi kontribusi bagaimana pengetahuan pemelajar berinteraksi dengan pengetahuan baru dan menstruktur informasi yang akan dipelajari dengan cara yang bermakna.  
  2. Memfasilitasi perhatian pemelajar adalah menciptakan lingkungan yang membuat siswa dapat fokus pada tugas-tugas penting dan kemudian memberi penilaian informal atas persepsi pemelajar. 
  3. Memfasilitasi pengkodean informasi adalah mengajari siswa dalam mempermudah mengkodekan informasi yang dipelajari .
  4. Mengajari siswa strategi mengkontruksi makna adalah dengan menggunakan dua strategi spesifik yang efektif untuk mengkonstruksi makna dari teks dan materi lisan adalah peringkasan dan pertanyaan diri.


Daftar Pustaka

Gtedler, Margaret. E., 2011., Learning and instruction, teori dan aplikasi. Jakarta: Kencana

Selasa, 03 Desember 2013

Kondisi Belajar Robert Gagne

Diposting oleh Hikmah Nasution di 16.19 0 komentar



     PRINSIP BELAJAR
      Gagne berpendapat bahwa kunci untuk mengembangkan teori yang komprehensif adalah memulai dengan analisis berbagai macam kinerja dan keterampilan yang dilakukan oleh manusia.

Asumsi Dasar
      Asumsi dasar dari teori Gagne mendeskripsikan sifat unik dari kegiatan belajar manusia dan definisinya tentang belajar.

Keunikan hakikat belajar manusia

Elemen penting dalam analisis Gagne adalah kaitan belajar dengan perkembangan, kompleksitas belajar pada manusia, dan masalah khusus dengan pandangan-pandangan sebelumnya.

Kompleksitas belajar manusia. Dua karakteristik dari belajar menunjukkan arti pentingnya bagi perkembangan. Yang pertama adalah banyak hasil belajar manusia digeneralisasikan untuk berbagai macam situasi. Kedua adalah keterampilan yang kompleks di dasarkan pada pembelajaran sebelumnya. Dalam artian yang luas mengenai pertumbuhan "perkembangan perilaku berasal dari efek belajar kumulatif", dengan kata lain belajar adalah faktor kausal dalam perkembangan individual.

NO
ASUMSI
ALASAN
1.
Belajar dan pertumbuhan tidak boleh disamakan satu sama lain.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan terutama ditentukan secara genetic. Faktor yang mempengaruhi belajar terutama ditentukan oleh kejadian dalam lingkungan pemelajar.
2.
Belajar adalah faktor kausal penting dalam perkembangan individual.
Model yang diusulkan Arnold Gessel, bahwa pertumbuhan tubuh dan mental terkait erat, adalah tidak akurat.
3.
Banyak hasil belajar manusia digeneralisasikan ke berbagai macam situasi.
Belajar bukan akuisisi kepingan-kepingan informasi secara terpisah-pisah. Penjumlahan, misalnya berlaku untuk situasi seperti penyeimbangan neraca, menghitung pajak dan menyusun anggaran.
4.
Belajar manusia adalah kumulatif; belajar keterampilan yang kompleks didasarkan pada belajar sebelumnya
Seseorang tidak harus mempelajari seperangkat respons baru secara legkap di banyak situasi. MIsalnya, keterampilan menjumlahkan angka memberi kontribusi untuk kemampuan membagi.
5.
Belajar bukan proses tunggal.
Model S-R dapat menjelaskan asosiasi sederhana, tetapi tidak dapat menjelaskan belajar keterampilan yang kompleks. Juga, belajar membaca atu mengucapkan bahasa asing bukan hasil dari wawasan (instight).

Definisi Belajar
Analisis Gagne menjelaskan dalam bentuk identifikasi persyaratan untuk definisi belajar yang komprehensif dan deskripsi belajar pada manusia.
Proses belajar adalah proses kognitif yang memproses informasi di lingkungan menjadi berbagai macam kapabilitas. Ketika didefinisikan secara formal, belajar menghasilkan berbagai disposisi yang dipertahankan yang tercermin dalam berbagai macam perilaku yang berbeda. aMenurut perspektif Gagne, kapabilitas terdiri dari komponen mental (disposisi yang dipertahankan) dan komponen perilaku (kinerja). 

Kerangka Belajar
      Kerangka Gagne untuk belajar terdiri dari tiga komponen utama, yaitu (a)sistem untuk menjelaskan diversitas kapabilitas manusia, (b)proses pemerolehan kapabilitas dan (c)langkah-langkah dalam pembelajaran yang mendukung setiap langkah dalam belajar. Langkah pertama adalah mengembangkan pemahaman tentang diversitas manusia karena sifat dari keluaran belajar akan menentukan parameter pada proses belajar, kedua bahwa belajar dan pembelajaran bukan titik perhatian yangterpisah. Keduanya harus dikembangkan secara beriringan. 
     

Sembilan Tahapan Belajar
      Sembilan fase belajar dikategorikan menjadi tiga tahapan umum, yakni (a)persiapan belajar, (b)akuisisi dan kinerja yang merupakan "peristiwa inti" di dalam mempelajari kapabilitas baru dan (c) transfer belajar yang memberikan aplikasi untuk kapabilitas baru di dalam konteks yang baru.

NO
DESKRIPSI
TAHAPAN
FUNGSI
1.
Persiapan Belajar
1.       Memperhatikan

2.       Harapan

3.       Pengambilan kembali (informasi yang relevan dan/atau keterampilan) untuk dibawa ke ingatan kerja.
Member peringatan bagi pemelajar terhadap adanya stimulus.
Mengorientasikan pemelajar pada tujuan belajar
Memberikan ingatan tentang kapabilitas yang diperlukan.
2.
Akuisisi dan kinerja
4.       Persepsi selektif terhadap ciri stimulus

5.       Pengkodean semantic


6.       Pengambilan kembali dan respons

7.       Penguatan
Memungkinkan penyimpanan stimulus penting karena secara temporer di dalam ingatan kerja.
Transfer citi stimulus dan informasi terkait ke dalam ingatan jangka panjang.
Mengembalikan informasi yang tersimpan ke penggerak respons individual dan mengaktifkan respons
Menginformasi harapan pemelajar tentang tujuan belajar.
3.
Transfer Belajar
8.       Pengambilan petunjuk


9.       Kemampuan generalisasi
Memberikan petunjuk tambahan untuk pengingatan kapabilitas di waktu mendatang
Memperkaya transfer belajar ke situasi baru

Sumber
  Gredler, Margaret.E., 2011., Learning and instruction, teori dan aplikasi. Jakarta: Kencana